Karya: Salwa Fatisa
Siswi Kelas XII 2
Hai! Namaku Salwa Fatisa. Lebih suka dipanggil Salwa. Aku orangnya tidak suka sekolah, kok bisa? Iya. Awalnya aku iseng duduk di bangku SD. Masuk bukan karna aku sudah tahu membaca tapi masuk karena tubuh lebih tinggi dari pada teman-temanku. Sangat aneh iya tapi mau bagaimana lagi? Awal mulanya aku tidak suka karena dituntut bisa membaca oleh guru dan ortu. Aku sering menangis saat aku diajari oleh ibu di rumah tapi makin nangis makin dimarahi. Padahal demi kebaikanku juga. Bagiku, sekolah hanya untuk mengenal teman dan makan he..he..
Itulah mengapa aku tidak suka sekolah. Bukan cuman itu, aku juga malas bertemu orang banyak. Aku masih ingin bermain sampai sekarang. Tapi saat sudah bisa membaca aku jadi sadar kenapa dimarahi. Saat aku tahu membaca aku jadi suka sekolah karna bisa membaca apa saja. Terus agak bangga juga karena termasuk diantara beberapa temanku yang fasih membaca. Kupikir dengan bisa membaca masalah selesai, tidak kena marah lagi. Ternyata Aku disuruh belajar matematika juga. Plusnya sih jadi punya banyak teman. Ninda , Intan Zahra, Caca. Jadinya sepanjang hari bermain setelah pulang sekolah. Mereka juga pintar-pintar yang bikin aku juga ketularan. Sering juga bertengkar kecil-kecilan yang ujungnya tetap baikan.
Sedih bermula saat ujian selesai. Kami tidak akan pernah bertemu lagi setelahnya. Tapi, aku sedikit menghibur diri. Paling hanya beda sekolah dan tetap satu kampung. Ternyata ada yang ke Mamuju, Majene, Makassar. Kupikir masih bisa bertemu tiap hari ternyata tidak. Mereka sekolah pesantrendan sekolah umum lainnya. Pasti pulangnya lama. Kalaupun ketemu pasti malu-malu juga menyapa duluan.
Oh iya…sejak SD aku suka menjual kue. Aku menjual gorengan dari tetangga dan diberi upah walaupun tidak banyak tapi aku senang. Biasanya keliling desa menjual gorengan, gula-gula dan lainnya. Saat bulan puasa aku mengantar naik sepeda. Beda kalau hari lain, aku jalan sambil menenteng. Pernah upahku sampai satu juta. Itu kerja selama satu bulan. Aku sangat Bahagia. Bisa membeli baju lebaran.
Waktu berlalu dan aku sudah duduk di bangku SMP. Aku mulai sedih karna merindukan teman-temanku. Hanya Fitri yang tersisa dan kami duduk satu kelas. Kami lebih akrab padahal dulu waktu SD kami satu sekolah tapi tidak satu ruangan. Tapi aku bahagia bersamanya walaupun kami cuman berdua. Kami selalu bersama, bergosip, ke mana-mana selalu sama sampai dihukum juga bersama. Senang sekali punya teman walaupun cuman satu dari sekolah dulu.
Aku orangnya suka bertanya dan tidak pemalu untuk acungkan tangan. Apalagi dengan guru yang mudah dipahami materinya meski pelajaran-pelajaran sulit seperti bahasa Inggris dan Mate-matika. Itu mudah ku mengerti dan bisa menyelesaikannnya. Salah satunya karena guru-guruku bisa diajak bercanda.
Sekarang sudah SMA. Dulu Aku mendaftar bersama Fitri. Aku mendapatkan wajah-wajah baru yang berasal dari berbagai tempat yang berbeda. Sekolah yang dipenuhi pohon-pohon besar yang rindang menjulang menggapai langit. Tanaman bunga yang berjejer rapi sepanjang koridor, dan gazebo di beberapa titik. Ada juga kantin yang tersebar di beberapa sudut sekolah. Terasa asing memang dengan suasana yang baru. Ketika disuruh berkumpul oleh kakak-kakak OSIS, saya bertemu dengan Hairunnisa. Dia juga siswa baru di sekolah. Dia menyapaku dan mengajak berkenalan. Sayangnya aku tidak sekelas dengannya.
Belajar di sini seperti di sekolah sebelumnya. Belajar, mengerjakan tugas, diskusi, dan bercanda. Semua berjalan seperti biasa saja. Ada satu momen tak terlupakan. Aku jadi pemalu dan tidak terbuka padahal asliku tidak begitu. Itu karena aku di bully oleh teman-teman sekelas. Sebenarnya sepele saja. Aku belum percaya diri presentasi di depan kelas. Beberapa teman mengejekku di depan guru dan teman-temanku yang lain. Aku jadi malu, menyendiri dan tertutup. Beberapa teman yang lain juga malah punya sikap yang sama. Pernah untuk beberapa hari Aku tidak ke sekolah karena tertekan. Aku jadi terbayang masa- masa SD dan SMP dulu. Otakku kadang menjelajah jauh ke masa-masa itu.
Secercah harapan hadir ketika guru mengumumkan kalau tak ada lagi perpindahan siswa ke kelas lain. Kelas yang ada sudah tetap. Aku jadi senang karena ada Fitri, Helfia, Herlina, Rosita, termasuk Haerunnisa yang menyapaku di awal masuk sekolah dulu. Kini kami lagi senang-senangnya. Ke kantin, kerja kelompok, tugas projek bersama kerja individu bersama dan menyontek..ha..ha.. Allah maha baik. Alhamdulillah, mengembalikan masa-masa SD dan SMP dengan teman-teman rasa saudara.
Pamboang, 10 Maret 2024

